VIVA.co.id

Bagaimana Puasa Pengaruhi Nurmagomedov Absen di UFC

Nurmagomedov tak akan bertarung selama Ramadan.
Oleh : Satria Permana || Rabu, 16 Mei 2018
img-artikel
MMA Junkie

VIVA – Keputusan penting diambil oleh Khabib Nurmagomedov usai menyabet gelar kelas ringan Ultimate Fighting Championship. Dia mengambil sikap untuk menolak semua tawaran bertarung selama periode Ramadan.

Ada beberapa alasan kuat mengapa Nurmagomedov mengambil cuti bertarung selama masa Ramadan.

Ibadah puasa yang dijalani jadi salah satu alasan Nurmagomedov. Melakoni ibadah puasa dan berlatih dalam tempo tinggi disertai program diet ketat, dilansir Bloody Elbow, memang punya pengaruh besar terhadap daya tahan tubuh.

Petarung jadi rentan terkena dehidrasi, kehilangan tenaga, hingga mengalami penurunan bobot tubuh yang drastis. Memang, ini bisa diakali dan Nurmagomedov sadar akan potensi tersebut.

Rekayasa program latihan selama Ramadan pun juga sering diterapkan oleh beberapa petarung muslim dan atlet di bidang olahraga lain. Tapi, alasan paling penting adalah The Eagles ingin lebih fokus mendalami dan mematangkan ibadahnya selama Ramadan.

Ramadan merupakan bulan suci dalam Islam. Selama Ramadan, segala macam ibadah diyakini akan mendapat ganjaran berlipat.

Shalat tarawih, berzakat, membaca Alquran, dan lainnya, akan menjadi penyempurna ibadah umat muslim selama Ramadan. Dan, Nurmagomedov ingin melakoni itu semua.

Terlebih, Ramadan merupakan bulan suci. Maka, bagi Nurmagomedov, tak elok jika bertarung dan menumpahkan darah saat sedang menjalani ibadah selama Ramadan.

"Ramadan adalah periode yang memiliki level berbeda. Ramadan segalanya bagi saya. Dan, saya tak bisa bertarung selama Ramadan," ujar Nurmagomedov dikutip MMA Nation. (one)

BERITA Terkait
BERITA Lainnya